KYAI SHOLEH DARAT


 

MBAH SOLEH DARAT

 

bahrululumsragen.com


NAMA : Muhammad Sholih

LAHIR : Jepara, 1820 M

WAFAT : Semarang, 28 Ramadan 1321 H/18 Desember 1903 M.

AYAH : Kyai Umar

IBU :

ISTRI : 

  • tidak diketahui ( Makkah )
  • Sofiyah binti KH. Murtadha
  • Raden Ayu Siti Aminah ( putri Bupati Bulus, Purworejo, seorang keturunan Arab )
ANAK : 
  • Ibrahim ( dari ibu di Makkah )
  • Yahya dari ibu Shofiyah
  • Kholil dari ibu Sofiyah
  • Siti Zahrah ( Suami KH Dahlan Tremas Pacitan ) Dari ibu Siti Zahrah

GURU : 

  • KH M Syahid, di Pesantren Waturoyo, Margoyoso, Kajen, Pati
  • Kiai Raden Haji Muhammad Sholeh bin Asnawi Kudus
  • Kiai Ishak Damaran Semarang
  • Kiai Abdullah Muhammad bin Hadi Baquni
  • Sayid Ahmad Bafaqih Ba’alawi Semarang
  • Mbah Ahmad Alim
  • Syekh Muhammad al Muqri al Misri
  • Syekh AhmadNahrawi al Makki
  • Sulaiman Hasbullah al-Makki
  • Sayyid Ahmad ibn Zaini Dahlan mufti madzhab syafii
  • Al Allamah Ahmad An Nahawi al Mishri al Makki
  • Sayyid Muhammad Sholeh al Zawawi al Makki
  • Kiai Zahid, Syeikh Umar a-Syami
  • Syeikh Yusuf al Sunbulawi al –Mishri
  • Syeikh Jamal mufti madzhab hanafy
MURID :

  • KH Hasyim Asy'ari - Jombang, Jawa Timur
  • KH Ahmad Dahlan - Yogyakarta, Jawa Tengah
  • KH Amir Idris - Pekalongan, Jawa Tengah
  • KH Dahlan - Tremas, Pacitan, Jawa Timur
  • KH Dimyathi - Tremas, Pacitan, Jawa Timur
  • KH Dalhar - Watucongol, Magelang, Jawa Tengah
  • KH Bisri Syansuri - Jombang, Jawa Timur
  • KH Kholil - Lasem, Rembang, Jawa Tengah
  • KH Sya'ban - Semarang, Jawa Tengah
  • KH Abdus Syakur Senorita - Tuban, Jawa Timur
  • KH Yasir Jekulo - Kudus, Jawa Tengah
  • KH Thoyib Semen - Mranggen, Demak, Jawa Tengah
  • KH Tb. Ahmad Bakri - Sempur, Purwakarta, Jawa Barat

Mbah Sholeh Darat lahir di Desa Kedung Cumpleng, Desa Ngroto, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah Dan menetap di desa darat , Dadapsari pantai utara Semarang pada abad ke 19. Adalah putra Kyai Umar, teman kyai Syada’ dan Kiai Murtadha seorang perwira di bawah komando Pangeran Diponegoro

Sekitar tahun 1825 – 1830 dalam masa peperangan melawan kompeni ( Belanda ), Karena banyaknya pengikut dan tingginya pengaruh Kiai Sholeh Darat di iming imingi Belanda banyak hadiah agar mau berkompromi dan berpihak pada kompeni. Namun, Kiai Sholeh Darat malah mengubah bongkahan batu di dekatnya menjadi bongkahan emas di hadapan utusan Belanda. Tak ayal, utusan Belandapun tercengang dan takjub dibuatnya, berlawanan misi dengan yang diharapkan kompeni saat itu tidak sesuai dengan yang diharapkan. Berkat kejadian tersebut malah membuat kiai darat makin tenar.

KARYA : 

  • Kitab pegon Tafsir Quran Faid Ar-Rahman
  • Majmu’at Syari’at al-Kafiyat li al-Awam ( fiqih )
  • Mujiyat Metik Saking Ihya’ Ulum al-Din al-Ghazali
  • Lathaif al-Thaharah wa asrorus Solah
  • Manasik al-Haj
  • Fasolatan
  • Sabillu ‘Abid yang merupakan terjemahan jauhar al-Tauhid karya Ibrahim Laqqani
  • Minhaj al-Atqiya
  • Al Mursyid al-Wajiz
  • Hadits al-Miraj
  • Syarah Maulid al-Bardah
  • Batha’if At Thaharah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tulis komentar anda untuk hal apapun yang masih berhubungan dengan post pada halaman ini. Dukungan tag HTML: Bold Text, Italic Text, and Link Text (Hanya jika diperlukan).